Make Your Financial Freedom Happen

Make Your Financial Freedom Happen

Halo teman-teman FEUI 98

Sebagai rangkaian acara menuju reuni 20 tahun angkatan kita, FEUI 98 stage hadir lagi
dengan Tema : MAKE YOUR FINANCIAL FREEDOM HAPPEN

3 bidadari cantik dan smart ini.

Acara ini Gratis untuk FEUI 98, ada makan malam gratis, ada Door Prize. Pluss, 10 orang yang datang awal akan dapat Buku dari Ipit. 

Detail acara ada di bawah video dan banner. yang mau tanya2 klik link Whatsapp dibawah

Jangan lupa Besarkan Volume nya yah

kita akan diskusi mengenai perencanaan keuangan dan investasi baik untuk individu maupun keluarga
yuk datang, belajar, sharing sekaligus bertemu dengan teman-temen FEUI 98 yang lain

catat tanggal dan tempatnya ya

– Tanggal : 8 Mei 2018

– Waktu : 19.00 – 21.00 (selesai)

– Tempat : Camberwell Food and Drink – Melawai. House of Morris Lantai 1. Jalan Iskandarsyah I No.10, Melawai, Kebayoran Baru, RT.5/RW.2, Melawai, Kebayoran Baru, Jaksel

Acara ini Gratis khusus kamu anak FEUI 98 dan Tersedia makan malam serta doorprize loh. 

dan yang bikin makin asik, buat 10 orang yang datang pertama ada special gifts:

– Buku “Make it Happen” atau Buku “Cantik, Kaya dan Tetap Gaya”

– Flazz Card

ingat ya, paket giftnya hanya untuk 10 orang pertama, jadi pastikan datang lebih dulu di sana.

sampai ketemu di Camberwell ya!

Buat Kamu yang tidak bisa hadir, kita akan usahakan siaran Facebook Live dan Instagram Live. jadi pastikan kamu Like, Follow, dan set notifikasi

Review tambahan talkshow digital marketing feui98

Review tambahan talkshow digital marketing feui98

Hi teman2 FEUI 98,

Saya Andreas 98-177, kemarin juga hadir, saya diminta Wiskid untuk sumbang pikiran dan pandangan dari pengalaman saya terjun di digital marketing sejak 2010. Jadi saya coba sedikit sumbang tulisan

Teman-teman feui98 mungkin sudah melihat rekaman talkshow acara kita soal Digital Marketing. Kalau belum silahkan tonton di sini –> Video talkshow Digital Marketing FEUI

Kalau sudah lihat, kemarin sempat ada 2 pertanyaan dari teman kita yang kurang lebih menanyakan efektivitas Digital Marketing

Pertama Menanyakan, perbandingan antara Marketing Konvensional dan Digital Marketing, apakah yang konvensional masih efektif?

Kedua untuk produk yang murah, dan distribusi yang massal dan luas. Apakah Digital Marketing relevan untuk itu.

Disclaimer: Pandangan saya bukan yang paling benar, tapi hanya berbagi apa yang pernah di jalani

 

Digital marketing(kita singkat DM aja) bukan “sekedar” placement baru

DM punya power lebih dari itu, karena yang pasti dengan DM bisa lebih tertarget dan terukur. Bisa dipakai untuk riset audience, bahkan bisa untuk scale up

Kalau taruh budget di placement atau target audience yang kurang tepat, barulah buang-buang duit namanya

Ini jadi salah satu faktor, kenapa yang kecil bisa terlihat lebih menonjol ketika menggunakan DM dengan lebih optimal, dibanding pemain besar yang sekedar memindahkan budget ke placement DM dengan cara yang kurang tepat.

Selain itu, banyak opportunity baru yang muncul seiring berkembangnya DM, yang sebelumnya sulit dilakukan di cara konvensional, nanti akan dibahas di bawah

Digital Marketing identik dengan data

Mungkin ada yang sudah tahu, bahwa platform search engine ataupun socmed terbesar saat ini boleh dibilang berbisnis data.

Semua informasi dari pengguna baik itu demografi, interest, behavior semua direkam, dan kemudian di tawarkan kepada advertiser

Coba perhatikan, iklan2 yang muncul di newsfeed socmed kita, atau diwebsite2 yg kita kunjungi/baca. Apa pernah melihat produk yg relevan dengan interest kita pada waktu tertentu?

Soal data collection. Kalau dengan cara konvensional, mungkin perlu waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan data dari campaign yang sudah dijalankan, dan baru bisa digunakan untuk campaign periode berikutnya.

Sementara dengan digital marketing (DM), cukup dengan hitungan hari(bahkan jam) sudah bisa mendapatkan data dari campaign yang sedang berjalan.

 

Dari dua point ini mungkin menambahkan jawaban teman-teman dalam diskusi kemarin.

DM bisa menjadi prioritas untuk melakukan testing. Apakah targeted audiencenya ada, dan apakah audiencenya bagus dalam konteks konversi.

Kalaupun audience yang ditarget benar2 tidak terjangkau DM, pasti size dan reachnya tidak ada, campaign pun tidak akan jalan, budget pun ga terbuang.

Bahkan dari duit yang sudah kita spend, ga sia-sia, karena kita dapat data

Atau, kemungkinan kedua, cara tesnya yang masih salah.

Mengenai relevansi DM untuk produk massal yg menarget customer secara luas. di DM memungkinkan kita untuk split testing secara cepat dan massive, untuk segera tahu, apakah audience yang selama ini disasar punya conversion rate yang bagus. Atau ternyata hanya sebagian saja yang sebenarnya bagus.

Jadi kita bisa mengalokasikan budget hanya untuk audience yang benar2 keren dalam konteks jualan atau objektif lainnya.

 

Content dalam era Digital Marketing, Paid & Organic traffic

DM bukan selalu bicara paid traffic. Tapi juga organic traffic. Tapi untuk bisa menang di organic, kita harus bangun konten yang sangat berkualitas dan spesifik di nichenya masing-masing

Google(termasuk youtube dkk) dengan alogaritmanya dan Facebook dengan Edge Rank yang rutin update, terus menyaring konten-konten bagus agar bisa tampil.

Mau organic atau paid traffic, dua2nya perlu budget.

Kalau dari pengalaman saya, organic ibarat nabung, keluar duit di awal untuk bangun konten yang bagus, kalau tertarik lebih lanjut soal organic terutama untuk search engine, bisa googling tentang SEO

setelah authoritynya dapat pengakuan, baru tuh traffic berdatangan, mengundang audience yang memang punya interest dengan konten yang kita bangun, jadi audience yg tepat datang sendiri , atau jadi viral kalau di socmed

Kalau paid traffic, kita keluar duit untuk tes, content kita cocoknya ke audience mana, setelah dapat yg cocok, kita kasih terus dengan content lain yg kita punya.

Kerennya, di DM, terutama jika bicara paid traffic, baik content dan teknis ga bisa berdiri sendiri2.

Kalau di google ada istilah Adrank, kalau facebook ada istilah True Value.

Kualitas dari content, tingkat engagement(targeting), action rate, bid, dan ad creative menjadi faktor yg diperhitungkan dalam auction. Yang bobotnya paling tinggi, dialah yang tampil

Jadi kalau contentnya bagus banget, plus teknisnya juara, besar kemungkinan kita bisa “ngiklan” dengan murah banget

Tapi ingat, bukan berarti mahal itu salah, selama convert artinya bagus.

Selanjutnya ada tracking tools, analytic tools, dll

Untuk yang lebih teknis, nanti kita bahas di kesempatan lain aja ya.

Intinya kalau sudah pakai DM, dasarnya harus data (real time dan bisa dalam banget), mau pakai endorser di instagram atau youtuber, seharusnya mereka bisa kasih info data audience yang selama ini engage dengan mereka.

Ini contoh data aktivitas FEUI 98 yang saya ambil dari facebook analytics

Opportunity di Digital Marketing

Menurut saya ini salah satu yang hebat dari dunia DM.

Kalau di konvensional marketing, relatif lebih berat untuk memulai bisnis dengan spend budget untuk aktivitas marketing di awal. Belum lagi untuk mencari audience/market yang tepat.

Sementara di DM, dengan modal bikin campaign yang bener aja, kita sudah bisa mulai cari duit atau bikin usaha. Dengan budget yang jauh lebih kecil

Jangan bicara digital startup yang pakai duit investor ya. Disini kita bahas startup yang memanfaatkan DM dengan bootstrapping.

Bedanya dengan Korporasi besar, kita yang mulai usaha dengan modal digital marketing, harus bener2 bisa menghasilkan sejak pertama kita keluarin budget. Itulah kenapa di awal, saya sempat bilang, DM bukan sekedar placement baru.

Sejak 2010, 100% saya memulai dengan DM. dan di mid 2013, saya dan wisnu kerja bareng pun 100% mencari customer dengan DM. baru kemudian belakangan, ada kerabat 1-2 yang menjadi customer

Sedikitnya ada 4 model bisnis yang bisa dijalankan dari DM.

Pertama, jadi publisher. Buat konten yang bagus, bisa artikel kalau itu blog, atau gambar kalau itu seperti instagram. Setelah traffic bagus, google, bing atau lainnya bisa taruh spot inventory iklan di blog kita. Atau kalau insta, bisa jadi endorser produk orang yang sesuai dengan karakteritik audience kita.

Kedua, jadi affiliate. Kerjanya seperti mereferensikan produk orang lain, dan ketika ada transaksi, kita akan mendapatkan komisi. Ga harus barang fisik, tapi bisa juga berupa produk digital, atau subscription

Ketiga, jadi dropshipper. Kita jualan barang fisik, dengan mengirimkan barang dari tempat lain. Jadi kita ga pegang barangnya sama sekali

Keempat, product creator. Bikin produk, kemudian jual sendiri atau minta orang lain jualin. Termasuk yang bikin bisnis fisik sendiri

Semua model punya peluang yang sama untuk di scale up. Berapa besar? Bisa besar banget

Affiliate dapat ratusan jt per bulan, udah banyak banget

Tahun lalu, saya dan istri datang ke Affiliate World Asia di Bangkok, salah satu pembicaranya cewek Indonesia, masih kuliah semester akhir, umur 20 an, dalam setahun bisa generate sales $12juta, international dropshipping dengan tim yang sangat minim.

Dropshipper jualan $100ribu per hari, juga ada.

Dan.. banyak pelaku yang bukan dari generasi Milenial. Ituh..

Susahnya…

Bedanya dulu dengan sekarang.

Kalau dulu, susahnya itu cari ilmunya, belum banyak yang sharing atau bikin workshop

Kalau sekarang, banyak banget workshopnya, malah hati2 ketemu yang abal2. Cuma.. sekarang ini makin cepet perubahannya, update terus.

Dan untuk masuk ke dunia ini, kita ga perlu belajar semuanya sendiri, yang penting paham konsep dan dasarnya, selebihnya banyak jasa yang bagus2, asal bisa milihnya

DM dan Kampus

Mungkin saya kurang update bagaimana FEUI sekarang. Tapi yang pasti, kampus2 yang justru statusnya di bawah FEUI sekarang ini giat banget, memasukkan topik DM ke dalam materi kampus, entah undang pembicara rutin, atau bahkan udah ada yang jadi kelas tetap

Mudah-mudahan FEUI juga bangun kompetensi di bidang ini

Segitu dulu kali ya, sebelumnya mohon maaf kalau ada yang kurang jelas. Thank you

Dari 2010 sampai sekarang, saya masih menjalani dunia digital marketing untuk bisnis yang dijalani, dan kebetulan juga jadi Certified Google Partner hanya saja saya tidak menjalani bidang Agency.

 

 

 

 

 

Bantu Share dong!